Isi Artikel Utama

Abstrak

Penyakit menular seksual (PMS) masih menjadi masalah kesehatan global dan menimbulkan dampak serius seperti infertilitas, kanker, serta peningkatan risiko HIV. Wanita usia subur (WUS) memiliki kerentanan lebih tinggi dibandingkan laki-laki karena gejala awal PMS sering tidak dikenali. Pengetahuan WUS mengenai PMS berperan penting dalam upaya pencegahan dini, namun tingkat pengetahuan dapat dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi. Tujuan Penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan WUS tentang PMS di Puskesmas Sirnajaya Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 56 WUS dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang telah tervalidasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–30 tahun (41,1%), berpendidikan rendah (64,3%), bekerja (55,4%), memperoleh informasi dari non tenaga kesehatan (58,9%), dan memiliki pengetahuan cukup (48,2%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,949) dan pekerjaan (p=0,259) dengan pengetahuan. Namun terdapat hubungan signifikan antara pendidikan (p=0,000) dan sumber informasi (p=0,000) dengan tingkat pengetahuan WUS tentang PMS. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwa pendidikan dan sumber informasi berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan WUS tentang PMS. Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam memberikan edukasi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah PMS pada wanita usia subur.


 


Kata Kunci: Pengetahuan, Wanita Usia Subur, Penyakit Menular Seksual, Pendidikan, Sumber Informasi

Rincian Artikel