Isi Artikel Utama

Abstrak

Tingginya prevalensi tenaga kerja yang mengalami kelelahan kerja berat. Sebanyak 32% tenaga kerja mengalami
kelelahan kerja di dunia dengan 18,3 – 27% mengalami tingkat kelelahan kerja yang berat. Salah satu tenaga kerja
pada bidang pendidikan yaitu dosen dan tenaga kependidikan, 50% diantaranya ditemukan mengalami kelelahan
kerja berat. Tenaga kerja pada bidang pendidikan ini memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaan
yang kompleks sehingga rentan mengalami kelelahan kerja sehingga perlu digali lebih dalam terkait aspek-aspek
yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aspek fisik, mental dan emosional
terhadap kelelahan kerja pada tenaga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional. Sampel yang berpartisipasi berjumlah 47 orang, dengan 21 orang diantaranya dosen
dan 26 orang tenaga kependidikan. Instrumen yang digunakan adalah KAUPK2 untuk menilai aspek fisik,
kuesioner NASA-TLX untuk menilai aspek mental, kuesioner MBI-ES untuk menilai aspek emosional, dan
kuesioner FAS untuk menilai kelelahan kerja. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebanyak 44,7% tenaga
kerja mengalami kelelahan kerja. Berdasarkan hasil analisisnya, ditemukan hubungan yang signifikan antara
aspek mental terhadap kelelahan kerja yang dialami oleh tenaga kependidikan, disusul dengan ditemukannya
hubungan yang signifikan antara aspek emosional terhadap kelelahan kerja yang dialami oleh dosen. Maka usaha
yang harus dilakukan untuk tenaga kerja terutama di bidang pendidikan memperhatikan berbagai aspek terutama
mental dan emosional agar terhidar dari kelelahan kerja.
Kata Kunci : Kelelahan Kerja, Fisik, Mental, Emosional

Rincian Artikel